Oleh dr. Yanitama putri
KaDiv Research, Development and Media KYC
Menstruasi adalah proses peluruhan lapisan dalam/endometrium yang banyak mengandung pembuluh darah dari uterus melalui vagina. Menstruasi dimulai saat pubertas, berhenti sesaat waktu hamil atau menyusui, dan berakhir saat menopause, ketika seorang perempuan berumur sekitar 40 sampai 50an. Di Indonesia, menopause terjadi rata-rata di atas 50 tahun.
Bagaimanakah Proses menstruasi itu terjadi?
Ovarium bayi perempuan yang baru lahir mengandung ratusan ribu sel telur, tetapi belum berfungsi. Ketika pubertas, ovariumnya mulai berfungsi dan terjadi proses yang disebut siklus menstruasi (jarak antara hari pertama menstruasi bulan ini dengan hari pertama menstruasi bulan berikutnya). Dalam satu siklus dinding rahim menebal sebagai persiapan jika terjadi kehamilan (akibat produksi hormon-hormon oleh ovarium). Sel telur yang matang akan berpotensi untuk dibuahi oleh sperma hanya dalam 24 jam. Bila ternyata tidak terjadi pembuahan maka sel telur akan mati dan terjadilah perubahan pada komposisi kadar hormon yang akhirnya membuat dinding rahim tadi akan luruh disertai perdarahan, inilah yang disebut menstruasi. Menstruasi yang pertama disebut menarche.
Kapan menstruasi terjadi?
Kira-kira umur 9 tahun (paling lambat kira-kira 16 tahun). Variasi Ini terjadi karena proses pertumbuhan setiap orang berbeda-beda. Menstruasi biasanya terjadi setelah buah dada mulai membesar, rambut tumbuh di seputar alat vital dan di ketiak, dan vagina mengeluarkan cairan keputih-putihan.
Berapa lama masa menstruasi berlangsung?
Rata-rata masa menstruasi berlangsung empat sampai lima hari. Namun ada juga yang mengalami haid hanya tiga hari, ada juga yang sampai satu minggu.
Apakah akan terjadi berulang-ulang?
Ya. Menstruasi akan terus selama sel telur yang matang tidak dibuahi sperma
Bagaimana menghitung siklus menstruasi?
Pada kebanyakan perempuan, siklus haid berkisar antara 28 sampai 29 hari. Namun demikian, siklus yang berlangsung dari 20 sampai 35 hari masih dianggap normal. Siklus menjadi teratur setelah tahun pertama dan seterusnya.
Siklus menstruasi pada setiap orang tidak sama. Siklus menstruasi yang normal sekitar 24–31 hari tetapi ada juga yang kurang atau lebih dari siklus menstruasi yang normal. Siklus ini tidak selalu sama setiap bulannya. Perbedaan siklus ini ditentukan oleh beberapa faktor, misalnya gizi, stres dan usia. Pada masa remaja biasanya memang mempunyai siklus yang belum teratur, bisa maju atau mundur beberapa hari. Pada masa remaja, hormon-hormon seksualnya belum stabil.
Gangguan haid dan siklusnya pada masa reproduksi dapat digolongkan menjadi:
- Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid: hipermenorea atau menorhagia (perdarahan haid lebih lama dari normal atau lebih dari 8 hari), hipomenorea (perdarahan haid yang lebih pendek dari biasanya) bisa terjadi oleh karena kelainan pada uterus atau hormonal.
- Kelainan siklus: polimenorea (siklus haid lebih pendek dari biasanya (kurang dari 21 hari, perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak, bisa oleh karena gangguan hormonal, karena peradangan, atau kelainan uterus/rahim), oligomenorea (siklus lebih panjang, lebih dari 35 hari, bila lebih dari 3 bulan hal ini dinamakan amenorea, perdarahan biasanya berkurang, kesehatan wanita tidak terganggu, fertilitas masih baik)
Amenorea (keadaan tidak ada haid paling sedikit 3 bulan berturut-turut, dibagi menjadi amenorea primer (bila wanita berumur 18 tahun ke atas tidak pernah mendapat mens, bisa oleh karena kelainan sejak lahir atau genetik) dan amenorea sekunder (penderita pernah haid tapi kemudian tidak pernah haid lagi, lebih karena gangguan gizi, gangguan metabolism, tumor, penyakit infeksi)
3. Perdarahan di luar siklus haid: metroragia
4. Gangguan lain yang berhubungan dengan haid: premenstrual syndrome (ketegangan prahaid), Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi), dismenorea
Semakin dewasa biasanya siklus menstruasi menjadi lebih teratur, walaupun tetap saja bisa maju atau mundur karena faktor stres atau kelelahan. Biasanya paling lambat setelah satu tahun sejak menstruasi pertama, siklus menstruasi sudah mulai teratur. Namun bisa juga tidak, karena dipengaruhi oleh kondisi emosional atau oleh perubahan kebiasaan. Bila masa haid tetap tidak teratur sampai dua tahun sejak mulai pertama haid, maka harus segera menghubungi dokter.
Referensi: kesehatan reproduksi remaja