Oleh :
dr. I Gusti Ayu Utami Wijayanthi, S.Ked
Koordinator Unit Klinik IMS Kencana, KYC PKBI Daerah Bali
Infeksi Menular Seksual (IMS) atau Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Sexual Transmitted Infections (STI) adalah segala suatu keadaan sakit yang didapat melalui aktifitas atau hubungan seksual dengan seseorang yang sudah terinfeksi penyakit tersebut sebelumnya. Sebut saja penyakit “kencing nanah” atau Gonore (G.O), “raja singa” atau sifilis, HIV-AIDS (Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome), kondiloma akuminata atau jengger ayam, juga herpes genital dan masih banyak lainnya. Tentu beberapa nama tersebut pernah kita dengar ataupun baca baik pada media cetak ataupun elektronik dimana penyakit-penyakit diatas termasuk salah satu dari jenis IMS.
Seiring dengan perkembangan jaman, memasuki era globalisasi dan perubahan gaya hidup, insiden penyakit ini juga semakin meningkat di masyarakat. Begitu pula sebanding dengan keingintahuan dan kesadaran masyarakat tentang IMS juga cenderung meningkat. Namun seringkali karena malu dengan kondisinya, masyarakat cenderung mengabaikan gejala-gejala dari penyakit tersebut dan sebaliknya termakan mitos-mitos menyesatkan dan metode pengobatan yang tidak realistis. Padahal apabila dibiarkan berlanjut, IMS bisa menimbulkan komplikasi yang lebih parah dan seringkali menjadi penyebab kemandulan pada laki-laki dan perempuan. Selain itu, seseorang yang mengalami IMS akan berisiko lebih besar untuk tertular penyakit HIV-AIDS yang seperti kita ketahui bersama sampai saat ini belum ada penderita HIV-AIDS yang berhasil disembuhkan.
Menengok untuk di Bali sendiri, kasus IMS pun kian hari semakin meningkat seiring dengan meningkatnya insiden baik IMS maupun HIV-AIDS. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang bekerjasama dengan beberapa penyedia layanan masyarakat primer, seperti puskesmas dan beberapa klinik swasta milik yayasan (LSM) berupaya memberikan pelayanan dan pengobatan khusus IMS yang diharapkan mudah diakses, terjangkau, berkualitas, ramah, non diskriminatif, dan komprehensif.
PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Daerah Bali sebagai salah satu LSM yang aktif dan konsen bergerak di bidang kesehatan reproduksi dan seksual pun akhirnya ikut digandeng oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk program ini, maka terbentuklah suatu unit pelayanan klinis serta pengobatan IMS yang berada dibawah program KISARA Youth Clinic (KYC) dan diberi nama Klinik IMS Kencana. Unit layanan klinik ini sudah berjalan selama kurang lebih tujuh bulan ini memiliki staf-staf yang sudah terlatih, terdiri dari dokter, perawat, bidan, analis lab (petugas laboratorium), dan petugas administrasi.
Untuk mewujudkan pelayanan yang berkualitas dan komprehensif, selain dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter, maka klinik Kencana juga dilengkapi dengan sarana laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang dapat dikerjakan, antara lain pemeriksaan darah sederhana untuk sifilis (RPR-TPHA), dan pengecatan gram untuk pemeriksaan gonore, serta pemeriksaan sediaan basah untuk jamur dan bakteri lainnya. Semua rangkaian pemeriksaan ini dilakukan secara bersamaan dan hasilnya bisa segera diketahui tanpa perlu klien menunggu lama sehingga penyakit yang diidap dapat langsung diobati sedini mungkin berdasarkan penyebabnya dan disesuaikan dengan keluhan yang diderita pasien.
Perlu untuk diketahui bahwa semua rangkaian pemeriksaan, tindakan, dan juga segala pengobatan yang diberikan kepada pasien diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Dikarenakan dalam menjalankan program ini unit layanan Klinik IMS Kencana dibantu dari segi pendanaan dan properti, serta dibimbing sepenuhnya oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Disamping Klinik IMS Kencana berada satu atap dibawah Klinik Catur Warga PKBI Daerah Bali, Klinik Remaja KISARA (KYC) sebagai unit layanan khusus remaja, dan Klinik VCT Gumitir yang khusus memberikan pelayanan informasi, konseling, serta pemeriksaan tes HIV-AIDS awal. Oleh karena itu, pasien tidak perlu pergi jauh apabila nanti diperlukan pemeriksaan lebih lanjut baik yang berkaitan dengan keluarga berencana, permasalahan remaja, IMS, dan tentu saja HIV-AIDS.
Kerahasiaan dan keterbukaan merupakan filosofi kerja yang dijalankan dalam program Kencana. Berobat ke Klinik IMS Kencana, klien tidak perlu merasa malu ataupun takut untuk bercerita tentang penyakit, problem, dan perilaku seksualnya. Akan tetapi pasien diharapkan untuk tetap terbuka kepada paramedis agar penyakit pasien dapat diobati dengan tepat. Identitas dan hasil pemeriksaan pasien akan selalu dijamin kerahasiaannya. Tidak terdapat batasan umur untuk memperoleh layanan klinik Kencana, siapapun berhak untuk berobat tanpa diskriminasi.
Akhirnya untuk informasi lebih lanjut, silakan datang langsung dan berkonsultasi ke Klinik IMS Kencana, unit layanan dari KISARA Youth Clinic (KYC), yang beralamat di jalan Gatot Subroto IV nomor 6 Denpasar atau menghubungi telepon 0361-9105250. Waktu pelayanan setiap hari Senin sampai Jumat terkecuali hari libur dan buka pukul 10.00-13.00 WITA.
Demi Kehidupan Yang Lebih Baik, Mari Mencegah dan Mengobati IMS
Edited by @Pramesemara & Pictures by Gede Indra



