Keputihan??..Normalkah atau suatu penyakit??

Oleh: dr. IGA Utami Wijayanthi, S.Ked Koordinator Klinik IMS Kencana, DoD KISARA Youth Clinic

Pernah mengalami keputihan? Tentu rasanya tidak nyaman, lembab bahkan membuat wanita kurang percaya diri. Terkadang keputihan juga menjadi pemicu ketidakharmonisan bagi pasangan suami istri karena sang istri menolak untuk berhubungan intim dengan suami. Oleh karena itu seringkali wanita berusaha untuk mengatasinya dengan berbagai macam cara seperti menggunakan pantyliner, sabun pembersih khusus vagina, ataupun minum obat/jamu yang bisa dibeli tanpa resep dokter.

Akan tetapi apakah semua keputihan adalah suatu penyakit?

Apakah semua keputihan perlu diobati?

Keputihan adalah gejala yang dapat bersifat normal maupun merupakan tanda suatu penyakit dimana terjadi pengeluaran cairan melalui vagina lebih dari normal dan bukan berupa darah.

Keputihan yang normal dapat terjadi pada kondisi dibawah ini:

- Bayi yang baru lahir sampai dengan umur kira-kira 10 hari. Hal ini disebabkan karena pengaruh estrogen dari plasenta (ari-ari) terhadap rahim dan vagina janin.

- Waktu disekitar haid yang dialami pertama kali atau disebut juga menarche, yang disebabkan mulai terdapatnya pengaruh hormon estrogen. Keputihan ini akan hilang dengan sendirinya akan tetapi dapat menimbulkan keresahan pada orang tuanya.

- Waktu mendekati ovulasi atau pengeluaran sel telur, dimana cairan dari kelenjar-kelenjar leher rahim menjadi lebih encer.

- Wanita dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada saat melakukan hubungan intim, yang disebabkan karena perembesan cairan dari pembuluh darah kecil pada dinding vagina.

Sedangkan keputihan yang tidak normal dapat terjadi pada kondisi:

- Infeksi pada daerah kelamin dan leher rahim yang terjadi akibat infeksi menular seksual ataupun non seksual.

- Pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).

- Tumor jinak ataupun ganas pada saluran reproduksi.

Keputihan patut diwaspadai dan memerlukan pemeriksaan dokter apabila: ? Keputihan berubah warna, dari warna bening seperti putih telur menjadi berwarna putih seperti susu, kekuningan, kuning kehijauan, coklat ataupun abu-abu.

1 Keputihan disertai bau amis atau bau busuk.

2 Keputihan bercampur dengan darah.

3 Keputihan disertai dengan rasa gatal.

4 Keputihan disertai nyeri pada perut bawah, nyeri pada saat buang air kecil maupun nyeri pada saat berhubungan intim. Keputihan pada bakterial vaginosis Apabila mengalami keluhan seperti yang disebutkan diatas, jangan berusaha mengobati sendiri dengan meminum antibiotik tanpa resep dokter karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obat dan keputihan semakin bertambah parah. Untuk mencegah terjadinya keputihan yang tidak normal, kita dapat melakukan hal-hal berikut yaitu dengan:

1. Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang, olah raga rutin, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol serta hindari stres berkepanjangan.

2. Setia kepada pasangan. Hindari hubungan seksual di usia dini atau gunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit menular seksual.

3. Selalu menjaga kebersihan daerah pribadi dengan menjaganya agar tetap kering dan tidak lembab misalnya dengan menggunakan celana dengan bahan yang menyerap keringat, hindari pemakaian celana terlalu ketat. Biasakan untuk mengganti pembalut, pantyliner pada waktunya untuk mencegah bakteri berkembang biak.

4. Biasakan membasuh dengan cara yang benar tiap kali buang air yaitu dari arah depan ke belakang.

5. Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mematikan flora normal vagina. Jika perlu, lakukan konsultasi medis dahulu sebelum menggunakan cairan pembersih vagina.

6. Hindari penggunaan bedak talkum, tissue atau sabun dengan pewangi pada daerah vagina karena dapat menyebabkan iritasi.

7. Hindari pemakaian barang-barang yang memudahkan penularan seperti meminjam perlengkapan mandi ataupun bertukar pakaian dalam. Sedapat mungkin tidak duduk di atas kloset di WC umum atau biasakan mengelap dudukan kloset sebelum menggunakannya. Jadi mulai sekarang ?pintar-pintarlah menjaga kesehatan terutama kesehatan alat reproduksi kita sebelum menyesal.

Be Smart, Be Healthy with KISARA Youth Clinic!:)

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>