OUTREACH MSC (MAGICWAVE SURFING CHAMPIONSHIP)

Oleh: dr. Putri Mayuni (Kadiv Outreach KYC)

Surfing menjadi salah satu kegiatan yang cukup popular di kalangan remaja Bali. Kisara Youth Clinic (KYC) pun tidak mau ketinggalan dalam kegiatan ini. Menjadi Medical team for first Aid dalam kegiatan turnamen surfing “MAGICWAVE BILLABONG GROMMET SERIES” merupakan salah satu tindak nyata kepedulian KYC. Kegiatan pertama dari rangkaian turnamen ini dilaksanakan pada hari Minggu, 29 April 2012, berlokasi di Half Way Kuta Beach Bali, bekerja sama dengan Magic Wave Magazine dan Billabong.

Siaga di lokasi turnamen sejak pukul 8.00 sampai pukul 15.00 Wita, menjadi kegiatan yang mengasyikan. Sambil menyaksikan para kontestan yang berusia 8 tahun – 14 tahun bermain surfing dan berbagai kegiatan di pesisir pantai kuta bali. Artis Bali Nanoe Biru pun ikut memeriahkan acara ini.

Team KYC yang eksis pada kegiatan seripertama bersama billabong ini antara lain dr.Putri, dr.Mayun, dr.Yayas, dan Indra. Selain ikut berpartisipasi sebagai tim medis, personil KYC juga mendapat baju Billabong lho, dan tentunya pengalaman baru berbaur dengan komunitas surfer. Rangkan kegiatan ini akan berlangsung 8 kali.

Viva KYC!! Viva Remaja!!Don’t miss other update event from us…^^

Gangguan Haid

Oleh: Luh Gede Wini Khrisnayanthi, A.Md.Keb (Paramedic on Duty KISARA Youth Clinic, staff IMS Kencana Clinic)

“hai KYC, saya ingin bertanya tentang putrid saya, dia sudah menstruasi bulan ini tanggal 2 hingga 7, tetapi kenapa kemudian menstruasinya muncul lagi tgl 20 ini?apa yang terjadi ya dok?..trims”

Hal di atas adalah salah satu kasus yang masuk ke redaksi. Pada kesempatan ini kita akan membahasnya lebih lanjut tentang gangguan haid.

Haid atau menstruasi adalah proses alamiah yang  dialami oleh setiap wanita secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi, yang berlangsung sejak masa remaja hingga wanita mengalami menopause. Haid merupakan suatu istilah yang digunakan untuk pendarahan berkala akibat terlepasnya selaput lendir leher rahim (endometrium) karena kadar estrogen dan progestogen yang turun secara bersamaan. Normalnya,haid terjadi setiap 22-35 hari, berlangsung 3 hingga 7 hari, dengan jumlah darah yang keluar sekitar 30 hingga 80 cc.

Haid dipengaruhi berbagai hormon. GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dan memicu hipofisis anterior mengeluarkan hormon FSH (Folicel Stimulating Hormone) memicu pematangan folikel di ovarium, sehingga terjadi sintesis estrogen dalam jumlah besar estrogen akan mengakibatkan proliferasi sel endometrium (penebalan dari endometrium). Estrogen yang tinggi memberi tanda kepada hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH (Luteinizing Hormone). LH akan mengakibatkan ovulasi dan memicu korpus luteum untuk mensintesis progesteron. Progesteron sendiri menyebabkan perubahan sekretorik pada endometrium sehingga terjadi Fase sekresi / fase luteal. Fase sekresi selalu tetap 14 hari, meskipun siklus haid bervariasi, yang berbeda adalah fase proliferasinya, sehingga harus berhati-hati untuk menentukan masa subur.

Meski merupakan proses yang normal pada wanita, namun tak jarang terjadi gangguan haid. Ada dua penyebab utama gangguan haid. Pertama, kelainan organ seperti mioma, kanker atau polip. Kedua, kelainan hormonal. Prinsip pada gangguan haid adalah gangguan haid hanyalah suatu gejala, bukan penyakit sesungguhnya. Diagnosis tidak boleh berhenti hanya pada jenis kelainan haidnya. Penyakit / kelainan yang menjadi dasar / penyebabnya harus dicari, didiagnosis kemudian diterapi yang sesuai.

Ada beberapa macam gangguan haid yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid
    1. Hipermenorea atau menoragia

Hipermenorea atau menoragia adalah perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 80 cc atau lebih dari 8 hari), kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi.

Hal-hal yang dapat menyebabkan menoragia yaitu :

  • Abortus, secara spontan atau disengaja (Abortus provocatus)
  • Kehamilan ektopik, umumnya berupa metroragia akibat lepasnya implantasi hasil konsepsi di daerah tuba yang menyebabkan perdarahan pada selaput lendir (endometrium) rahim
  • Gangguan hormonal, yaitu menurunnya fungsi kelenjar gondok (hipotiroid – kadar tiroksin rendah)
  • Endometriosis, sel-sel endometrium mengadakan migrasi keluar rongga rahim antara lain kedalam ovarium atau kedinding rahim
  • Infeksi, antara lain klamidia atau penyakit radang panggul (PID – Pelvic Inflamatory Disease).
  • Medikamentosa, yaitu penggunaan zat anti pembekuan darah dapat mengganggu proses pembekuan darah.
  • Penggunaan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR). Alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rongga rahim dan dapat bersifat sebagai benda asing sehingga memicu terjadinya perdarahan per vaginam yang tidak normal.
  • Kontrasepsi hormonal, seperti pil kontrasepsi kombinasi atau injeksi depoprovera.
  • Mioma uteri, yaitu tumor yang berasal dari otot rahim (miometrium).
  • Polip, yaitu tonjolan kecil bertangkai yang tumbuh dari endometrium dan seringkali disebabkan oleh mioma uteri (Pedunculated submucous myoma )
  • Gangguan perdarahan, seperti pada penyakit leukemia dan penyakit von Willebrand.
  • Keganasan, dimana sebagian besar kasus adalah keganasan yang berasal dari endometrium dan sejumlah kecil berasal dari miometrium.
  1. Hipomenorea

Adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa. Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi, penyakit menahun maupun gangguan hormonal.

 

  1. Kelainansiklus
    1. Polimenorea

Adalah siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari, sedangkan jumlah perdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa. Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya.

  1. Oligomenorea

Adalah siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. Kelainan ini disebabkan oleh perpanjangan stadium folikuller, perpanjangan stadium luteal, kedua stadium menjadi panjang, pengaruh psikis, pengaruh penyakit seperti TBC.

  1. Amenorea

Adalah keadaan tidak datang haid selama 3 bulan berturut-turut. Amenorea dapat diklasifikasikan menjadi :

1)      Amenorea Primer, apabila belum pernah datang haid sampai umur 18 tahun.

2)      Amenorea Sekunder, apabila berhenti haid setelah menarche (haid yang pertama kali saat masa pubertas) atau pernah mengalami haid tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan.

Secara fisiologis, amenorea terjadi sebelum pubertas, dalam kehamilan, dalam masa laktasi maupun dalam masa menopause. Selain itu, dapat disebabkan pula karena gangguan pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium, kelainan kongenital, gangguan sistem hormonal, penyakit-penyakit lain, ketidakstabilan emosi, dan kurang zat makanan yang mempunyai nilai gizi lebih.

  1. Perdarahan di luar haid (Metroragia)

Adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid. Metroragia dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu : Metroragia oleh karena adanya kehamilan, seperti abortus, kehamilan ektopik dan Metroragia di luar kehamilan.

Adapun penyebabnya antara lain :

  1. Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh, Carcinoma corpus uteri, Carcinoma cervicitis, peradangan dari haemorrhagis (seperti Kolpitis haemorrhagia, Endometritis haemorrhagia), hormonal.
  2. Perdarahan fungsional :

1)   Perdarahan Anovulatoar, disebabkan oleh psikis, neurogen, hypofiser, ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi, metabolik, penyakit akut maupun kronis.

2)   Perdarahan Ovulatoar, akibat korpus luteum persisten, kelainan pelepasan endometrium, hipertensi, kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis.

  1. Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid
    1. Pre menstrual tension (ketegangan pra haid)

Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi berlangsung. Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterom menjelang haid. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30-40 tahun.

Gejala klinik dari pre menstrual tension adalah gangguan emosional seperti gelisah, susah tidur, perut kembung, mual muntah, payudara tegang dan sakit, terkadang merasa tertekan.

  1. Mastodinia

Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid.
Disebabkan oleh dominasi hormon estrogen, sehingga terjadi retensi air dan garam yang disertai hiperemia didaerah payudara.

  1. Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi)

Adalah rasa sakit yang timbul pada wanita saat ovulasi, berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari di pertengahan siklus menstruasi. Hal ini terjadi karena pecahnya folikel Graff. Lamanya bisa beberapa jam bahkan sampai 2-3 hari. Terkadang Mittelschmerz diikuti oleh perdarahan yang berasal dari proses ovulasi dengan gejala klinis seperti kehamilan ektopik yang pecah.

  1. Dismenorea

Dismenore adalah nyeri saat haid. Nyeri haid terjadi di perut bagian bawah tetapi dapat menyebar hingga ke punggung bawah dan paha. Nyeri juga bisa disertai kram perut yang parah. Kram tersebut berasal dari kontraksi dalam rahim, yang merupakan bagian normal proses menstruasi, dan biasanya pertama dirasakan ketika mulai perdarahan dan terus berlangsung hingga 32 – 48 jam.

Dismenore yang dialami remaja umumnya bukan karena penyakit (dismenore primer). Pada wanita lebih tua, dismenore dapat disebabkan oleh penyakit tertentu (dismenore sekunder), seperti fibroid uterus, radang panggul, endometriosis atau kehamilan ektopik.

Dismenore primer dapat diperingan gejalanya dengan obat penghilang nyeri/anti-inflamasi seperti ibuprofen, ketoprofen dan naproxen. Berolah raga, kompres dengan botol air panas, dan mandi air hangat juga dapat mengurangi rasa sakit. Bila nyeri menstruasi tidak hilang dengan obat pereda nyeri, maka kemungkinan merupakan dismenore sekunder yang disebabkan penyakit tertentu.

Demikianlah macam-macam gangguan menstruasi berdasarkan klasifikasinya. Ada yang berbahaya, namun ada juga yang tidak berbahaya. Sebaiknya jika perempuan mengalami siklus haid yang tidak sesuai dengan kriteria normal, segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Be Smart Be Healthy with KISARA Youth Clinic ^^

 

Tantangan Tekanan Sebaya Para Remaja

Oleh :

Ni Putu Natalya & dr. Pramesemara

Beberapa pekan lalu mungkin masyarakat di Bali menyaksikan kehebohan dari sebuah tindakan kekerasan yang dilakukan sekelompok remaja putri yang melabeli diri dengan Geng motor CMP (Cewek Macho Performance). Mereka yang notabene masih tergolong remaja usia sekolah itu tanpa canggung melakukan adegan kekerasan kepada rekan sesama anggota geng. Apa kata dunia?! ketika melihat kondisi seperti ini, apalagi kaum perempuan yang dianggap langka berperan sebagai pelaku kekerasan.

Contoh di atas merupakan salah satu kasus yang terjadi pada remaja yang berentang usia 10-24 tahun. Banyak kejadian negatif sehari-hari lainnya yang juga menggambarkan problematika yang dihadapi kaum remaja. Awalnya diperkirakan selalu akibat dari perilaku-perilaku berisiko para remaja, fase pubertas, pengaruh lingkungan yang buruk, dan ketidakmampuan orang tua dalam mengasuh. Namun melupakan salah satu faktor yang dominan menyebabkan situasi tersebut adalah adanya “Tekanan Sebaya” yang berlebihan pada remaja.

Peer Pressure Di Masa Remaja

Merupakan tekanan sosial dari kelompok atau perseorangan yang mengharuskan seseorang untuk bertindak dan berpikiran dengan cara tertentu, agar dia dapat diterima oleh kelompok  tersebut atau disebut “Tekanan Sebaya” yang sangat terkaitk dengan remaja.

Memasuki dunia remaja, seseorang akan berhadapan dengan lebih banyak hal dan tantangan. Remaja akan mengalami pergolakan hormonal, tekanan sekolah, dan perubahan mood yang drastic, serta yang paling sering dihadapi adalah tekanan dari teman sebaya. Bisa jadi karena gaya hidup teman-teman sebayanya yang berbeda dan diluar nilai keluarga, sehingga terseret. Atau karena nilai teman-teman yang tidak sesuai, sehingga menjadi tekanan tersendiri bagi remaja.

Masa sekolah merupakan tahun-tahun rawan dimana remaja akan mengalami pergolakan emosi untuk memilih lebih mendekat ke teman sebaya dibandingkan orang tua kandungnya. Ketika menjauh dari teman, mereka akan mendapat cap “pecundang” sebagai salah satu ketakutan terbesar.  Untuk menghindari label ini, remaja terkadang akan memberontak, tidak terkontrol oleh orang tua mereka, merokok, penyalahgunaan narkotika, dan meminum alkohol adalah cara termudah untuk menyatakan kemerdekaan.

Lebih parahnya lagi, akibat pergaulan akan muncul fenomena remaja untuk mulai melakukan hubungan seksual secara dini. Beberapa gadis remaja dipaksa untuk berhubungan seksual agar populer atau disukai oleh pria. Sebaliknya anak laki-laki yang tidak bersedia melakukan hubungan seksual akan gadis dianggap lemah. Oral seks (aktifitas seksual dengan menggunakan mulut) menjadi sangat populer di kalangan remaja karena keyakinan bahwa karena tidak ada risiko kehamilan.

Naluri Peer Group

Siapapun bisa mengalami Peer Pressure, walau realita yang  paling banyak mengalaminya adalah kaum remaja. Hal itu karena pada masa itu banyak terjadi perubahan sehingga menjadi lebih sensitif. Masa remaja dikenal sebagai masa mencari jatidiri.

Minat untuk berkelompok menjadi bagian yang alamiah dari proses tumbuh dan berkembang yang dialami pada masa remaja. Bukan sekadar kelompok biasa, melainkan sebuah kelompok yang memiliki kekhasan orientasi, nilai-nilai, norma, dan kesepakatan secara khusus yang hanya berlaku dalam kelompok tersebut yang  disebut Geng yang biasanya berusia sebaya (peer group).

Populari­tas di antara teman sebaya merupakan suatu motivasi yang kuat bagi kebanyakan remaja. Kemajuan-kemajuan dalam perkembangan kognitif selama pertengahan dan akhir masa remaja awal memungkinkan mereka mengambil perspektif kawan-kawan sebaya secara cepat, dan pengetahuan sosial tentang bagaimana menciptakan dan mempertahankan kawan pun meningkat.

Tekanan teman-teman sebaya pada masa remaja dapat bersifat positif maupun negatif. Umumnya remaja cenderung untuk terlibat dalam semua bentuk perilaku yang negatif. Akan tetapi banyak sekali teman sebaya yang tidak negative dengan keinginan lebih untuk dilibatkan dalam dunia teman se­baya, seperti berpakaian seperti teman-ternan, Gaul,  bergosip dan nongkrong bareng.

Selama masa remaja khususnya awal masa remaja, para remaja lebih mengikuti standar-standar teman sebayanya. Saat itu, kemampuan berpikir remaja mulai berkembang. Remaja tidak lagi menelan mentah-mentah omongan orang tua, mereka mulai berpikir kritis, memperluas pergaulan, dan berpaling pada teman-teman sebaya yang dianggap mengerti gejolak emosi. Ketika teman sebaya bisa menghargai dan menerima apa adanya, timbul rasa senang jika berada di antaranya. Tidak heran apabila remaja lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman daripada keluarga.

Cara Menghindari Sisi Negatif

Menghadapi tekanan sebaya, maka orang tua ataupun saudara yang lebih dituakan akan memiliki peranan yang penting untuk membantu remajanya mengatasi agar tidak terjerumus ke dalam hal yang negatif. Berikut tips-tips untuk membantu anak dalam menghadapi buruknya efek tekanan sebaya :

  • Komunikasi terbuka

Selalu cari cara untuk menjadikan komunikasi lebih terbuka dengan para remaja, dan pilihlah komunikasi dua arah. Buatlah kesempatan untuk berbicara, dan mendengar, serta buat janji jika perlu. Bicarakan tentang pengalaman tekanan teman sebaya semasa muda dulu, dan mengakui sebagai sebuah tantangan.

  • Jadilah role model

Jadikan pengalaman sebagai contoh, tapi pastikan bahwa mempergunakan pengalaman yang sehat saat bersama teman-teman sebaya semasa muda dan ceritakan bagaimana menghadapinya.

  • Dukung identitas diri yang kuat

Carilah cara untuk membantu remaja mengembangkan kepribadian yang kuat dan penghargaan diri. Bisa dalam bentuk aktifitas olah raga, les atau kursus, atau ketertarikannya yang lain.

  • Peran yang menantang

Jika remaja menghadapi masalah dengan rekan sebayanya, gunakan role playing untuk membantunya merespon masalah tersebut dengan kepercayaan diri dan bahasa yang tepat. Pertimbangkan situasi, biarkan remaja memahami posisi dirinya, dan bantulah mengidentifikasi masalah tersebut.

  • The Power Of Laugh

Ingatlah selalu ada kekuatan dibalik setiap tawa dan kebahagiaan. Bantulah remaja menemukan kebahagiaan dan keceriaannya dengan pilihan dan lingkungan yang menyehatkan dan positif.

Bagi para remaja, jika merasa tertekan dengan lingkungannya, segera mencari haluan yang baik yang memang sesuai dengan diri Kita. Jangan memaksakan diri untuk diterima dalam kelompok sehingga membuat diri Anda tertekan. Maknailah positif setiap hal yang terjadi dan tak lupa untuk selalu hidup sehat. Viva Remaja

Mata Sehat Tanpa Hordeolum

Oleh: dr. Made Tyas Dwi Arshanti, S.Ked (Doctor on Duty KISARA Youth Clinic)

Penyakit mata hordeoulum dikenal masyarakat dengan beragam istilah. Di daerah Bali hordeolum disebut sebagai kelilikan, sementara di daerah Jawa penyakit ini terkenal dengan sebutan timbilen, atau bintilen. Nah..dengan mendengar istilahnya, Anda pasti sudah bisa membayangkan bagaimana mengganggunya penyakit ini. Semua golongan usia bisa terkena penyakit mata satu ini. Sangat jarang menyebabkan kematian memang, tetapi kemunculannya membuat mata kurang elok dipandang. Belum lagi mitos yang terlanjur berkembang di masyarakat bahwa hordeoulum terjadi karena penderita sering mengintip orang mandi. Pernah pula mendengar curahan hati sahabat yang dijauhi rekan sekerja karena takut tertular penyakit ini. Sehingga tidak jarang ia memilih utntuk menghindar bertemu orang lain. Di daerah tertentu, kemunculan hordeoulum dihubungkan dengan bisul yang muncul di punggung. Beberapa ada yang percaya, dengan mengeluarkan isi bisul di punggung, maka hordeolum di mata punkan kempes dengan sendirinya.

Hordeolum sebenarnya adalah peradangan satu atau beberapa kelenjar di kelopak mata yang berperan dalam menghasilkan lapisan air mata yang normal. Penyebab radang ini biasanya jenis bakteri Staphylococcus baik itu Staphylococcus aureus ataupun Staphylococcus epidermidis. Suatu Bakteri ini sering datang bersama dengan debu ataupun kotoran yang menempel di mata, yang selanjutnya menimbulkan infeksi, dan menimbulkan tanda radang di mata. Continue reading “Mata Sehat Tanpa Hordeolum” »

Mari Peringati “Hari Wanita Sedunia” Tahun 2012 “Connecting Girls Inspiring Futures”

Oleh : Ns. I Gusti Ayu Pramitaresthi,S.Kep

Staff Paramedis KISARA Youth Clinic

Apakah anda pernah mendengar kasus aborsi illegal (pengguguran janin)? Siapakah yang menjadi korban dari kasus aborsi illegal? Siapakah yang harus dihukum dalam kasus aborsi illegal?

Wanita tentu saja adalah korban dari kasus aborsi k arena wanita yang mengandung/hamil. Aborsi illegal biasanya dipilih oleh pasangan (pria dan wanita) sebagai jalan untuk menggugurkan janin yang tidak diinginkan. Aborsi merupakan tindakan yang beresiko sehingga berbahaya untuk dilakukan. Oleh karena itu, betapa berbahayanya nyawa seorang wanita ketika melakukan tindakan aborsi. Selain itu, sering sekali sebagai terdakwa untuk dihukum dalam kasus aborsi illegal adalah wanita, karena wanita dianggap berdosa telah membunuh janin yang dikandungnya. Kenapa harus wanita yang dipersalahkan??mereka sudah mempertaruhkan nyawanya saat diaborsi demi untuk menjaga nama baik dirinya dan pasangannya,,tidakkah pasangannya juga bersalah????,,

 

Kasus diatas hanyalah sepenggal kasus yang melibatkan wanita dan menggambarkan seperti itulah kedudukan wanita. Masih banyak kasus lainnya yang menunjukkan bahwa wanita selalu menjadi korban dan tidak berhak untuk menyuarakan dan menuntut haknya. Wanita hanya berhak untuk diam dan menjalankan kewajibannya.

Di Indonesia, berdasarkan catatan Komisi Nasional Wanita, selama kurun waktu 2007-2008, tingkat kekerasan terhadap wanita meningkat hingga 100%. Jenis kekerasan yang paling banyak adalah secara seksual. Bahkan mayoritas korbannya masih berada di bawah umur. Pelakunya sendiri mulai dari yang berpendidikan tinggi hingga kalangan menengah ke atas.

Kemudian kedudukan wanita sebagai penentu keputusan masih rendah, begitu pula akses wanita terhadap sumber daya. Hal ini digaris bawahi oleh ketidaksetaraan yang masih terus berlanjut, seperti :

Continue reading “Mari Peringati “Hari Wanita Sedunia” Tahun 2012 “Connecting Girls Inspiring Futures”” »

Dismenorrhea?apa itu…?dan bagaimana kiat-kiat mengatasinya?

Oleh : Ns. I Gusti Ayu Pramitaresthi, S.Kep

Staff Paramedis KISARA Youth Clinic

Dear Kisara…kenapa setiap menstruasi perut saya terasa melilit dan nyeri hingga susah untuk bergerak??normalkah??karena hampir setiap saat saya menstruasi pasti merasa nyeri perut dan ini sangat menganggu aktifitas. Adakah cara untuk mengurangi rasa nyeri ini??saya pernah disuruh teman untuk minum obat anti nyeri setiap menstruasi tapi saya t akut ketergantungan obat….???(dari:An)

Perempuan dapat memiliki berbagai masalah dengan menstruasi/haid mereka. Menstruasi merupakan pendarahan bulanan yang berasal dari pelapis rahim melalui vagina pada wanita yang seksual dewasa dan tidak hamil. Lamanya pendarahan menstruasi rata-rata berlangsung antara 3-5 hari dengan siklus rata-rata 28 hari. Dalam kondisi normal, menstruasi tidak menyebabkan gangguan yang cukup berarti. Namun pada sebagian wanita, menstruasi terkadang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan menjadi sangat menyiksa karena rasa sakit yang luar biasa.

Dismenorrhea adalah menstruasi menyakitkan berupa nyeri. Dismenorrhea yang banyak dirasakan wanita yaitu nyeri pada perut bagian bawah, dapat menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai nyeri yang hilang-timbul, sesaat sebelum atau selama menstruasi dan mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Pada beberapa kasus dapat disertai sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan sering buang air kecil.

Kebanyakan wanita mengalami tingkat nyeri Dismenorrhea yang bervariasi. Pada beberapa wanita, hal itu muncul dalam bentuk rasa tidak nyaman ringan dan letih, dimana beberapa yang lain menderita rasa sakit yang mampu menghentikan aktifitas sehari-hari. Dismenorrhea dikelompokkan sebagai Dismenorrhea primer saat tidak ada sebab yang dapat dikenali dan Dismenorrhea sekunder saat ada kelainan jelas yang menyebabkannya.

Wanita yang tidak berovulasi (bereproduksi) cenderung untuk tidak menderita nyeri menstruasi; hal ini sering terjadi pada mereka yang baru saja mulai menstruasi atau mereka yang menggunakan pil KB. Selain itu, kelahiran bayi juga sering merubah gejala-gejala menstruasi seorang wanita, dan sering menjadi lebih baik.

Hingga baru-baru ini, Dismenorrhea dianggap sebagai masalah psikologis atau aspek kewanitaan yang tidak dapat dihindari. Sekarang, para dokter tahu bahwa Dismenorrhea merupakan kondisi medis yang nyata, walaupun penyebabnya yang jelas masih kurang dimengerti. Faktor-faktor lain, termasuk perbedaan anatomi, kecenderungan genetik, dan stres, juga dapat memainkan peran. Sebab-sebab yang bervariasi dari Dismenorrhea sekunder termasuk endometriosis (pertumbuhan jaringan lapisan rahim di tempat lain dalam ruang panggul), fibroid atau tumor lain, dan infeksi pelvis (infeksi tulang panggul).

Adapun kiat-kiat untuk mengurangi rasa nyeri Dismenorrhea antara lain :

1)      Bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen, asam mefenamat). Obat ini akan efektif jika mulai diminum dua hari sebelum menstruasi sampai hari 1-2 menstruasi. Untuk mengatasi mual dan muntah bisa diberikan obat anti mual, tetapi mual dan muntah biasanya menghilang jika nyeri telah teratasi

2)      Ramuan buatan dan terapi alternatif Sebagai tambahan pemakaian obat penawar sakit tanpa resep (jamu kunyit)

3)      Istirahat cukup

4)      Suhu panas yang dapat merilekskan nyeri dapat dilakukan dengan kompres handuk panas atau botol air panas pada perut atau punggung bawah. Mandi air hangat juga dapat membantu

5)      Beberapa wanita mencapai keringanan melalui olahraga (terutama berjalan), yang tidak hanya mengurangi stres tapi juga meningkatkan produksi endorfin otak serta penawar sakit alami tubuh

6)      Yoga. Beberapa posisi yoga dipercaya dapat menghilangkan nyeri menstruasi. Salah satunya adalah peregangan kucing, yang meliputi berada pada posisi merangkak kemudian secara perlahan menaikkan punggung anda ke atas setinggi-tingginya. Yang lain adalah mengangkat panggul, anda berbaring dengan lutut tertekuk dan kemudian mengangkat panggul dan bokong anda. Hanya dengan melakukan posisi janin, menarik lutut anda kearah dada sambil memeluk bantal atau botol air panas ke perut anda, juga dapat membantu. Sebuah terapi alternatif yang membantu beberapa wanita meliputi visualisasi dimana anda berkonsentrasi pada warna sakit anda sampai anda mencapai penguasaan atasnya. Sebagai tambahan, aroma terapi dan pemijatan dapat mengurangi rasa tidak nyaman

7)      Orgasme juga dapat membantu dengan mengurangi tegangan pada otot-otot panggul sehingga membawa kekenduran dan rasa nyaman

8)      Mendengarkan musik, membaca buku, atau menonton film juga dapat menolong

9)      Jika masih nyeri dan mengganggu kegiatan sehari-hari, maka diberikan pil KB dosis rendah yang mengandung estrogen dan progesteron, hal ini untuk mencegah ovulasi (pelepasan sei telur) dan mengurangi pembentukan prostaglandin, yang selanjutnya mengurangi

Demikianlah sekilas tentang Dismenorrhea (nyeri menstruasi/haid). Semoga dapat membantu kalian para wanita yang membutuhkan informasi dan kiat-kiat mengatasinya.

Be Smart, Be Healthy with KYC! ^^

 

Kanker Payudara?apa itu?….inilah serba-serbinya…

oleh: Ni Komang Ayu Meygasari, Amd.Keb. Staff KYC dan PKBI Prov. Bali

Kanker payudara adalah penyakit dimana sel-sel kanker yang ganas, terdeteksi dalam jaringan payudara. Sel-sel kanker ini kemudian bisa menyebar di dalam jaringan atau organ tubuh dan juga bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain seperti paru-paru, jantung. Benjolan di payudara disebut jinak jika tetap disitu dan ganas jika menjalar ke tempat lain seperti ke paru-paru, hati, tulang, atau otak.

Ada beberapa penyebab kanker payudara, yakni faktor genetik atau  keturunan, riwayat mempunyai tumor jinak.

Gejala-Gejala Kanker Payudara

  1. Terdapat benjolan yang tidak hilang atau permanen, biasanya tidak sakit atau terasa keras bila disentuh.
  2. Terdapat penebalan pada kulit payudara atau disekitar ketiak.
  3. Terdapat benjolan menyerupai bunga kubis dan mudah berdarah.
  4. Semakin lama, benjolan tumbuh semakin besar.
  5. Perubahan ukuran atau bentuk payudara karena mulai timbul pembengkakan.
  6. Ada rasa nyeri atau sakit pada payudara.
  7. Timbul luka pada payudara dan lama tidak sembuh meskipun sudah diobati, serta puting susu seperti koreng atau eksim.
  8. Puting susu tertarik ke dalam atau terasa sakit.
  9. Kulit payudara berkerut seperti kulit jeruk ( pedu d orange ).

10.  Keluar cairan yang abnormal dari dari puting susu (biasanya darah atua warna kuning sampai hijau, mungkin juga nanah).

11.  Payudara tampak kemerahan.

12.  Kulit di sekitar puting susu bersisik.

Faktor Predisposisi Terjadinya Kanker Payudara

Bukan karena adanya satu atau lebih kriteria di bawah yang menyebabkan seseorang menderita kanker payudara, tetapi kriteria dibawah ini mengingatkan kita untuk lebih mewaspadai keadaan tubuh kita dan sebaiknya melakukan screening rutin untuk mendeteksi adanya kanker payudara

-    Keluarga, terutama ibu, kakak/adik perempuan pernah menderita kanker payudara.

-    Siklus haid tidak teratur.

-    Menopause lebih dari usia 55 tahun.

-    Obesitas, diabetes, diet ketat.

-    Tidak pernah mengalami kehamilan.

-    Memiliki anak diatas usia 30 tahun.

-    Ada benjolan pada payudara.

-    Peminum (sering mengkonsumsi minuman alkohol).

-    Mengalami haid di usia dini.

Cara Mendeteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI.

Kanker payudara yang diketahui pada stadium satu kemungkinan  sembuhnya lebih tinggi dan tidak perlu dilakukan operasi pengangkatan peyudara. Itu sebabnya, deteksi dini mungkin sangat penting. Cara paling mudah untuk mendeteksi dini kanker ini adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Ini dilakukan pada 7-10 hari selesai menstruasi, karena saat itu payudara terasa lembek. Yang perlu dicari saat SADARI yaitu benjolan tunggal, konsistensi keras dan padat, batas tegas, ukuran kurang dari 5 cm, bebas dari dasar dan permukaan kulit, tidak ada metastase.

Cara melakukan sadari :

- Lihat perubahan bentuk payudara di depan cermin. Mula-mula dengan kedua tangan disamping badan, kemudian kkedua lengan diangkat di atas kepala, akhirnya dengan kedua lengan ditekan kuat diatas pinggul dan otot dada. Pada setiap posisi, putar badan dari samping ke samping dan perubahan dalam bentuk dan besarnya payudara, perubahan dari puting susu, perubahan warna, kasar dan skit.

- Masih didepan cermin, tekan puting apakah ada cairan yang keluar (bisa berupa cairan putih seperti susu, kuning malahan berupa darah).

- Kemudian berbaringlah, raba payudara kanan dengan tangan kiri untuk merasakan perubahan yang ada di payudara sebelah kanan dan sebaliknya. Tekan secara halus dengan jari-jari secara datar dan serentak. Selubungi payudara dengan jari kita dari arah atas sampai bawah, dari tulang selangka ke bagian atas perut , dari ketiak ke leher bagian bawah. Ulangi pola ini sehingga yakin bahwa seluruh payudara telah tercover. Kini Mulai pada puting, buat lingkaran yang makin lama makin besar sehingga mencapai seluruh tepi payudara. Menggunakan jari, buatlah gerakan ke atas dan ke bawah berpindah secara mendatar/menyamping seperti sedang memotong rumput. Sambil rasakan seluruh jaringan payudara, dibawah kulit dengan rabaan halus hingga rabaan yang sidikit menekan.

- Terakhir rasakan payudara Anda ketika sedang berdiri atau duduk. Bagi kebanyakan wanita, paling mudah untuk merasakan payudaranya adalah ketika payudara sedang basah atau licin.

“PAYUDARA ADALAH KEINDAHAN YANG DIMILIKI WANITA….JADI, MARI DIJAGA KESEHATANNYA

Be Smart, Be healthy bersama KYC …^^

Hey Remaja!…Hati-hati, Merokok itu BERBAHAYA!

Oleh: Ni Komang Ayu Meygasari, Amd.Keb. Staff KYC dan PKBI Prov.Bali

Pada remaja saat ini, merokok merupakan suatu pemandangan yang sangat tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi perokok, namun di lain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Berbagai kandungan zat yang terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif pada tubuh penghisapnya. Beberapa motivasi yang melatar belakangi merokok adalah untuk mendapat pengakuan (anticipatory beliefs) untuk menghilangkan kekecewaan (reliefing beliefs) dan menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma (permission beliefs/positive) (Joemana, 2004). Hal ini sejalan dengan kegiatan merokok yang dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan di depan orang lain, terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat tertatik kepada kelompok sebayanya atau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya.

Seperti yang diungkapkan Levethal & Clearly dalam Cahyani dan dikutip kembali oleh Helmi bahwasanya terdapat empat tahap dalam perilaku merokok sehingga menjadi perokok, yaitu:

  1. Tahap Preparatory. Seseorang yang mendapatkan gambaran yang menyenangkan mengenai merokok dengan cara mendengar, melihat, atau dari hasil bacaan. Hal-hal ini menimbulkan minat untuk merokok.
  2. Tahap Initiation. Tahap perintisan merokok yaitu tahap seseorang meneruskan untuk tetap mencoba-coba merokok.
  3. Tahap becoming smoker. Apabila seseorang telah mengkonsumsi rokok sebnayak empat batang perhari maka seseorang tersebut mempunyai kecenderungan menjadi perokok.
  4. Tahap maintenance of smoking. Tahap ini merokok sudah menjadi salah satu bagian dari cara pegaturan diri (self regulating). Merokok dilakukan untuk memperoleh efek fisiologis yang menyenangkan.

Selain faktor perkembangan remaja dan kepuasan psikologis, masih banyak faktor dari luar individu yang berpengaruh pada proses pembentukkan perilaku merokok. Pada dasarnya perilaku merokok adalah perilaku yang dipelajari. Hal itu berarti terdapat pihak-pihak yang berpengaruh besar dalam proses sosialisasi.

Konsep sosialisai pertama berkembang dari Sosiologi dan dan Psikologi Sosial merupakan suatu proses transmisi nilai-nilai, sistem belief, sikap ataupun perilaku-perilakunya dari generasi sebelumnya kepada generasi berikutnya (Durkin dalam Helmi). Adapun tujuan sosialisasi ini adalah agar generasi berikutnya mempunyai sistem nilai yang sesuai dengan tututan norma yang diinginkan kelompok, sehingga individu dapat diterima dalam kelompok. Dalam kaitannya dengan perilaku merokok, pada dasarnya hamper tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya untuk menjadi perokok, bahkan masyarakat tidak menuntut anggota masyarakat untuk menjadi perokok, namun demikian dalam kaitan ini secara tidak sadar, ada beberapa agen yang merupakan model dan penguat bagi perokok remaja.

Agen sosialisasi perilaku merokok pada remaja dapat merupakan orang tua maupun teman sebaya. Dengan merujuk konsep transmisi perilaku, bahwa pada dasarnya perilaku dapat ditransmisikan melalui transmisi vertical dan horizontal (Berry dkk, 1992). Transmisi vertical dapat dilakukan oleh orang tua dan transmisi horizontal dilakukan oleh teman sebaya.

Namun bagaimanapun latarbelakang remaja melakukan perilaku mengkonsumsi merokok tetap saja merokok sebagai salah satu bentuk adiksi yang harus dieliminir. Dalam hal ini remaja di sekolah merupakan subjek layanan profesi bimbingan dan konseling yang harus segera diberi bantuan. Kendatipun perilaku merokok pada remaja dilatarbelakangi lingkungan dan keprbadian, tetapi fokus bantuan konseling yang memandirikan adalah membantu individu untuk memiliki kepribadian sehat dan interdependen terhadap lingkungan.

Perilaku Merokok pada Remaja

Merokok merupakan overt behavior dimana perokok menghisap gulungan tembakau. Hal ini seperti dituliskan dalam KBBI merokok adalah menghisap gulungan tembakau yang dibungkus dengan kertas (Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 752). Lebih jauh lagi Poerwadarminta dalam Kemala (2007: 9) mendefinisikan merokok sebagai menghisap rokok, dan rokok didefinisikan sebagai gulungan tembakau yang berbalut daun nipah atau kertas. Fakhrurrozi mengidentifikasi merokok sebagai overt behavior karena merokok merupakan perilaku yang nampak. Sebagai overt behavior merokok merupakan perilaku yang dapat terlihat karena ketika merokok individu melakukan suatu kegiatan yang nampak yaitu menghisap asap rokok yang dibakar ke dalam tubuh, hal ini senada dengan pendapat Armstrong dalam Kemala (2007: 10) merokok adalah menghisap asap tembakau yang dibakar ke dalam tubuh dan menghembuskannya kembali keluar.

Merokok merupakan kegiatan yang meyebabkan efek kenyamanan. Rokok memiliki antidepressant yang menimbulkan efek kenyamanan pada perokok. Walaupun perilaku merokok merupakan perilaku yang berbahaya bagi kesehatan karena terdapat sekitar 4000 racun dalam sebatang rokok.

Merokok sebagai gangguan obsesif kompulsif. orang yang mengalami gangguan ini memiliki obsesi atau kompulsi yang menetap. Obsesi adalah pikiran, ide atau citra yang terus menerus berulang secara tidak terkendali dan mendominasi kesadaran seseorang. Kompulis adalah dorongan untuk melakukan tindakan stereotip dengan tujuan yang umumnya tidak realistik yaitu menghilangkan sistuasi yang menimbulkan ketakutan. Upaya untuk menolak kompulsi menimbulkan ketegangan yang sangat besar sehingga individu biasanya menyerah dan melakukannya.

Merokok sebagai ganggguan kesehatan dan jiwa. Merokok berkaitan erat dengan disabilitas dan penurunan kualitas hidup. Dalam sebuah penelitian di Jerman sejak tahun 1997-1999 yang melibatkan 4.181 responden, disimpulkan bahwa responden yang memilki ketergantungan nikotin memiliki kualitas hidup yang lebih buruk, dan hampir 50% dari responden perokok memiliki setidaknya satu jenis gangguan kejiwaan. Selain itu diketahui pula bahwa pasien gangguan jiwa cenderung lebih sering menjadi perokok, yaitu pada 50% penderita gangguan jiwa, 70% pasien maniakal yang berobat rawat jalan dan 90% dari pasien-pasien skizrofen yang berobat jalan (Pikiran Rakyat).

Perilaku merokok dipengaruhi perasaan negative. Menurut Silvan & Tomkins (Muta’din: 2002) banyak orang yang merokok untuk perasaan negative dalam dirinya. Misalnya merokok bila marah, cemas, gelisah, rokok dianggap sebagai penyelamat. Mereka menggunakan rokok bila perasaan tidak enak terjadi, sehingga terhindar dari perasan yang tidak enak.

Perilaku merokok pada remaja merupakan perilaku transmisif. Dari penelitian Helmi dan Komalasari (2000) didapatkan kesimpulan bahwa perilaku merokok merupaka perilaku yang dipelajari dan ditularkan melalui aktivitas teman sebaya dan perilaku permisif orang tua.

Perilaku merokok didorong oleh nilai-nilai dalam diri remaja. Beberapa motivasi yang melatar belakangi merokok adalah untuk mendapat pengakuan (anticipatory beliefs) untuk menghilangkan kekecewaan (reliefing beliefs) dan menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma (permission beliefs/positive) (Joemana, 2004).

Jadi dapat disimpulkan bahwa perilaku merokok pada remaja adalah kegiatan kompulsif dengan menghisap asap yang berasal dari gulungan tembakau yang dibakar untuk mendapatkan kepuasan fisiologis dan sosiologis dan juga upaya eliminasi perasaan negative yang ada dalam diri remaja yang banyak dipelajari dari lingkungan teman sebaya dan didorong oleh keinginan mendapat pengakuan (anticipatory beliefs) untuk menghilangkan kekecewaan (reliefing beliefs) dan menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma (permission beliefs/positive).

Latar Belakang Perilaku Merokok dan Kecanduan Merokok Pada Remaja

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi seseorang untuk merokok. Hansen dalam Kemala (2008) berpendapat bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku merokok yaitu: Faktor biologis, faktor psiklogis, faktor lingkungan sosial, faktor demografis, faktor sosial-kultural,faktor sosial politik. Namun pada remaja yang paling mempengaruhi perilaku merokok adalah pengaruh orang tua dan teman.

Kepribadian

  1. Proyeksi :Remaja merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa membebaskan diri dari kebosanan.
  2. Rasa keingintahuan: Pada remaja perkembangan kognisi menuntut rasa keingintahuan yang sangat besar. Seiring pula dengan hal itu kognisi sosial pada remaja berkembang pula, sehingga remaja sering melakukan kegiatan coba-coba yang didukung oleh pergaulan.
  3. Kompensasi rasa kurang percaya diri: Rasa kurang percaya diri pada remaja dimanifestasikan dengan berbagai cara baik dengan cara positif maupun negatif. Cara yang positif untuk membangun rasa percaya diri yaitu dengan menciptakan definisi diri positif, memperjuangkan keinginan yang positif, mengatasi masalah secara positif, memiliki dasar keputusan yang positif. Sedangkan cara yang negatif untuk membangun rasa percaya diri yaitu sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan diri) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri. Cenderung melakukan tindakan negatif yaitu dengan merokok, sehingga dengan menggunakan zat tersebut remaja cenderung lebih merasa percaya diri (Jacinta, 2002).

Bahaya Merokok Bagi Remaja

Memang kenapa kalau remaja merokok? Pertanyaan tersebut, dengan berbagai versi cara bertanya, kerap dilontarkan oleh para remaja yang baru atau bahkan sudah sering merokok.
Para remaja sudah merasa berhak merokok di usia belasan tahun dan kenyataannya, memang remaja berusia 15-19 tahun sudah menjadi sasaran utama pemasaran rokok saat ini.
“Remaja usia ini pasti yang dicari karena produknya, kan, adiktif. Mereka berpotensi akan jadi pelanggan tetap untuk masa depan,” tutur Ketua Komnas Pengendalian Tembakau Farid Anfasa Moeloek, Rabu (17/2/2010).

Pendekatannya macam-macam, mulai dari iklan hingga pemberian sponsor untuk kegiatan sekolah, seperti musik, seni, dan olahraga yang dekat dengan kehidupan gaul remaja.
Masuk akal, lanjut Moeloek, karena pada usia ini para remaja masih dalam proses pencarian jati diri, di mana emosinya labil dan belum dapat mengambil keputusan dengan matang. Oleh karena itu, fokus penekanan konsumsi rokok harus diarahkan pada para remaja.
Selain itu, perilaku merokok pada remaja juga berkontribusi signifikan terhadap tumbuhnya berbagai penyakit sosial, misalnya menyebabkan munculnya the lost generation. Kemiskinan dan kebodohan, penyakit mematikan HIV/AIDS, penggunaan narkotika, kekerasan fisik dan seksual semua bersumber dari perilaku merokok. Ini kemudian mengarah pada kehancuran ekonomi keluarga dan hilangnya generasi bangsa yang berkualitas.

Dengan demikian, Farid memandang perlunya peraturan khusus dari pemerintah untuk menggunakan tembakau yang sama dengan aturan terhadap zat adiktif lainnya. “Ingat, the lost generation gerbangnya adalah rokok,” tegas mantan Menteri Kesehatan ini.
Selain itu, sosialisasi berbagai penelitian yang membuktikan bahwa rokok mengandung tar dan nikotin yang dikenal sebagai zat adiktif serta dampak negatif terhadap kesehatan harus terus disuarakan, terutama kepada para remaja yang hidup di kelas ekonomi bawah .

So guys…Be Smart Be Healthy with KYC..^^

Keputihan??..Normalkah atau suatu penyakit??

Oleh: dr. IGA Utami Wijayanthi, S.Ked Koordinator Klinik IMS Kencana, DoD KISARA Youth Clinic

Pernah mengalami keputihan? Tentu rasanya tidak nyaman, lembab bahkan membuat wanita kurang percaya diri. Terkadang keputihan juga menjadi pemicu ketidakharmonisan bagi pasangan suami istri karena sang istri menolak untuk berhubungan intim dengan suami. Oleh karena itu seringkali wanita berusaha untuk mengatasinya dengan berbagai macam cara seperti menggunakan pantyliner, sabun pembersih khusus vagina, ataupun minum obat/jamu yang bisa dibeli tanpa resep dokter.

Akan tetapi apakah semua keputihan adalah suatu penyakit?

Apakah semua keputihan perlu diobati?

Keputihan adalah gejala yang dapat bersifat normal maupun merupakan tanda suatu penyakit dimana terjadi pengeluaran cairan melalui vagina lebih dari normal dan bukan berupa darah.

Keputihan yang normal dapat terjadi pada kondisi dibawah ini:

- Bayi yang baru lahir sampai dengan umur kira-kira 10 hari. Hal ini disebabkan karena pengaruh estrogen dari plasenta (ari-ari) terhadap rahim dan vagina janin.

- Waktu disekitar haid yang dialami pertama kali atau disebut juga menarche, yang disebabkan mulai terdapatnya pengaruh hormon estrogen. Keputihan ini akan hilang dengan sendirinya akan tetapi dapat menimbulkan keresahan pada orang tuanya.

- Waktu mendekati ovulasi atau pengeluaran sel telur, dimana cairan dari kelenjar-kelenjar leher rahim menjadi lebih encer.

- Wanita dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada saat melakukan hubungan intim, yang disebabkan karena perembesan cairan dari pembuluh darah kecil pada dinding vagina.

Sedangkan keputihan yang tidak normal dapat terjadi pada kondisi:

- Infeksi pada daerah kelamin dan leher rahim yang terjadi akibat infeksi menular seksual ataupun non seksual.

- Pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).

- Tumor jinak ataupun ganas pada saluran reproduksi.

Keputihan patut diwaspadai dan memerlukan pemeriksaan dokter apabila: ? Keputihan berubah warna, dari warna bening seperti putih telur menjadi berwarna putih seperti susu, kekuningan, kuning kehijauan, coklat ataupun abu-abu.

1 Keputihan disertai bau amis atau bau busuk.

2 Keputihan bercampur dengan darah.

3 Keputihan disertai dengan rasa gatal.

4 Keputihan disertai nyeri pada perut bawah, nyeri pada saat buang air kecil maupun nyeri pada saat berhubungan intim. Keputihan pada bakterial vaginosis Apabila mengalami keluhan seperti yang disebutkan diatas, jangan berusaha mengobati sendiri dengan meminum antibiotik tanpa resep dokter karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obat dan keputihan semakin bertambah parah. Untuk mencegah terjadinya keputihan yang tidak normal, kita dapat melakukan hal-hal berikut yaitu dengan:

1. Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang, olah raga rutin, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol serta hindari stres berkepanjangan.

2. Setia kepada pasangan. Hindari hubungan seksual di usia dini atau gunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit menular seksual.

3. Selalu menjaga kebersihan daerah pribadi dengan menjaganya agar tetap kering dan tidak lembab misalnya dengan menggunakan celana dengan bahan yang menyerap keringat, hindari pemakaian celana terlalu ketat. Biasakan untuk mengganti pembalut, pantyliner pada waktunya untuk mencegah bakteri berkembang biak.

4. Biasakan membasuh dengan cara yang benar tiap kali buang air yaitu dari arah depan ke belakang.

5. Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mematikan flora normal vagina. Jika perlu, lakukan konsultasi medis dahulu sebelum menggunakan cairan pembersih vagina.

6. Hindari penggunaan bedak talkum, tissue atau sabun dengan pewangi pada daerah vagina karena dapat menyebabkan iritasi.

7. Hindari pemakaian barang-barang yang memudahkan penularan seperti meminjam perlengkapan mandi ataupun bertukar pakaian dalam. Sedapat mungkin tidak duduk di atas kloset di WC umum atau biasakan mengelap dudukan kloset sebelum menggunakannya. Jadi mulai sekarang ?pintar-pintarlah menjaga kesehatan terutama kesehatan alat reproduksi kita sebelum menyesal.

Be Smart, Be Healthy with KISARA Youth Clinic!:)

OUTREACH SERIRIT HUT KYC-3

Outreach kali ini menjadi ajang puncak dalam rangkaian HUT KYC yang ke-3. Semangat rekan-rekan KYC yang begitu tinggi, membuat acara ini menjadi sangat mengasyikan. Begitu Informasi tentang rencana outreach, sekitar 1 bulan sebelum hari-H, tercatat sekitar 15 orang yang bersedia untuk ikut berpartisipasi. Amazing… :D para KYCers  memang tidak ragu untuk melakukan kegiatan berbagi dengan masyarakat, walaupun sudah mengetahui lokasi outreach yang lumayan jauh dari basecamp KYC….

Continue reading “OUTREACH SERIRIT HUT KYC-3” »