Oleh: Luh Gede Wini Khrisnayanthi, A.Md.Keb (Paramedic on Duty KISARA Youth Clinic, staff IMS Kencana Clinic)
“hai KYC, saya ingin bertanya tentang putrid saya, dia sudah menstruasi bulan ini tanggal 2 hingga 7, tetapi kenapa kemudian menstruasinya muncul lagi tgl 20 ini?apa yang terjadi ya dok?..trims”
Hal di atas adalah salah satu kasus yang masuk ke redaksi. Pada kesempatan ini kita akan membahasnya lebih lanjut tentang gangguan haid.
Haid atau menstruasi adalah proses alamiah yang dialami oleh setiap wanita secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi, yang berlangsung sejak masa remaja hingga wanita mengalami menopause. Haid merupakan suatu istilah yang digunakan untuk pendarahan berkala akibat terlepasnya selaput lendir leher rahim (endometrium) karena kadar estrogen dan progestogen yang turun secara bersamaan. Normalnya,haid terjadi setiap 22-35 hari, berlangsung 3 hingga 7 hari, dengan jumlah darah yang keluar sekitar 30 hingga 80 cc.
Haid dipengaruhi berbagai hormon. GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dan memicu hipofisis anterior mengeluarkan hormon FSH (Folicel Stimulating Hormone) memicu pematangan folikel di ovarium, sehingga terjadi sintesis estrogen dalam jumlah besar estrogen akan mengakibatkan proliferasi sel endometrium (penebalan dari endometrium). Estrogen yang tinggi memberi tanda kepada hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH (Luteinizing Hormone). LH akan mengakibatkan ovulasi dan memicu korpus luteum untuk mensintesis progesteron. Progesteron sendiri menyebabkan perubahan sekretorik pada endometrium sehingga terjadi Fase sekresi / fase luteal. Fase sekresi selalu tetap 14 hari, meskipun siklus haid bervariasi, yang berbeda adalah fase proliferasinya, sehingga harus berhati-hati untuk menentukan masa subur.
Meski merupakan proses yang normal pada wanita, namun tak jarang terjadi gangguan haid. Ada dua penyebab utama gangguan haid. Pertama, kelainan organ seperti mioma, kanker atau polip. Kedua, kelainan hormonal. Prinsip pada gangguan haid adalah gangguan haid hanyalah suatu gejala, bukan penyakit sesungguhnya. Diagnosis tidak boleh berhenti hanya pada jenis kelainan haidnya. Penyakit / kelainan yang menjadi dasar / penyebabnya harus dicari, didiagnosis kemudian diterapi yang sesuai.
Ada beberapa macam gangguan haid yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
- Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid
- Hipermenorea atau menoragia
Hipermenorea atau menoragia adalah perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 80 cc atau lebih dari 8 hari), kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi.
Hal-hal yang dapat menyebabkan menoragia yaitu :
- Abortus, secara spontan atau disengaja (Abortus provocatus)
- Kehamilan ektopik, umumnya berupa metroragia akibat lepasnya implantasi hasil konsepsi di daerah tuba yang menyebabkan perdarahan pada selaput lendir (endometrium) rahim
- Gangguan hormonal, yaitu menurunnya fungsi kelenjar gondok (hipotiroid – kadar tiroksin rendah)
- Endometriosis, sel-sel endometrium mengadakan migrasi keluar rongga rahim antara lain kedalam ovarium atau kedinding rahim
- Infeksi, antara lain klamidia atau penyakit radang panggul (PID – Pelvic Inflamatory Disease).
- Medikamentosa, yaitu penggunaan zat anti pembekuan darah dapat mengganggu proses pembekuan darah.
- Penggunaan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR). Alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rongga rahim dan dapat bersifat sebagai benda asing sehingga memicu terjadinya perdarahan per vaginam yang tidak normal.
- Kontrasepsi hormonal, seperti pil kontrasepsi kombinasi atau injeksi depoprovera.
- Mioma uteri, yaitu tumor yang berasal dari otot rahim (miometrium).
- Polip, yaitu tonjolan kecil bertangkai yang tumbuh dari endometrium dan seringkali disebabkan oleh mioma uteri (Pedunculated submucous myoma )
- Gangguan perdarahan, seperti pada penyakit leukemia dan penyakit von Willebrand.
- Keganasan, dimana sebagian besar kasus adalah keganasan yang berasal dari endometrium dan sejumlah kecil berasal dari miometrium.
- Hipomenorea
Adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa. Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi, penyakit menahun maupun gangguan hormonal.
- Kelainansiklus
- Polimenorea
Adalah siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari, sedangkan jumlah perdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa. Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya.
- Oligomenorea
Adalah siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. Kelainan ini disebabkan oleh perpanjangan stadium folikuller, perpanjangan stadium luteal, kedua stadium menjadi panjang, pengaruh psikis, pengaruh penyakit seperti TBC.
- Amenorea
Adalah keadaan tidak datang haid selama 3 bulan berturut-turut. Amenorea dapat diklasifikasikan menjadi :
1) Amenorea Primer, apabila belum pernah datang haid sampai umur 18 tahun.
2) Amenorea Sekunder, apabila berhenti haid setelah menarche (haid yang pertama kali saat masa pubertas) atau pernah mengalami haid tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan.
Secara fisiologis, amenorea terjadi sebelum pubertas, dalam kehamilan, dalam masa laktasi maupun dalam masa menopause. Selain itu, dapat disebabkan pula karena gangguan pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium, kelainan kongenital, gangguan sistem hormonal, penyakit-penyakit lain, ketidakstabilan emosi, dan kurang zat makanan yang mempunyai nilai gizi lebih.
- Perdarahan di luar haid (Metroragia)
Adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid. Metroragia dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu : Metroragia oleh karena adanya kehamilan, seperti abortus, kehamilan ektopik dan Metroragia di luar kehamilan.
Adapun penyebabnya antara lain :
- Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh, Carcinoma corpus uteri, Carcinoma cervicitis, peradangan dari haemorrhagis (seperti Kolpitis haemorrhagia, Endometritis haemorrhagia), hormonal.
- Perdarahan fungsional :
1) Perdarahan Anovulatoar, disebabkan oleh psikis, neurogen, hypofiser, ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi, metabolik, penyakit akut maupun kronis.
2) Perdarahan Ovulatoar, akibat korpus luteum persisten, kelainan pelepasan endometrium, hipertensi, kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis.
- Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid
- Pre menstrual tension (ketegangan pra haid)
Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi berlangsung. Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterom menjelang haid. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30-40 tahun.
Gejala klinik dari pre menstrual tension adalah gangguan emosional seperti gelisah, susah tidur, perut kembung, mual muntah, payudara tegang dan sakit, terkadang merasa tertekan.
- Mastodinia
Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid.
Disebabkan oleh dominasi hormon estrogen, sehingga terjadi retensi air dan garam yang disertai hiperemia didaerah payudara.
- Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi)
Adalah rasa sakit yang timbul pada wanita saat ovulasi, berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari di pertengahan siklus menstruasi. Hal ini terjadi karena pecahnya folikel Graff. Lamanya bisa beberapa jam bahkan sampai 2-3 hari. Terkadang Mittelschmerz diikuti oleh perdarahan yang berasal dari proses ovulasi dengan gejala klinis seperti kehamilan ektopik yang pecah.
- Dismenorea
Dismenore adalah nyeri saat haid. Nyeri haid terjadi di perut bagian bawah tetapi dapat menyebar hingga ke punggung bawah dan paha. Nyeri juga bisa disertai kram perut yang parah. Kram tersebut berasal dari kontraksi dalam rahim, yang merupakan bagian normal proses menstruasi, dan biasanya pertama dirasakan ketika mulai perdarahan dan terus berlangsung hingga 32 – 48 jam.
Dismenore yang dialami remaja umumnya bukan karena penyakit (dismenore primer). Pada wanita lebih tua, dismenore dapat disebabkan oleh penyakit tertentu (dismenore sekunder), seperti fibroid uterus, radang panggul, endometriosis atau kehamilan ektopik.
Dismenore primer dapat diperingan gejalanya dengan obat penghilang nyeri/anti-inflamasi seperti ibuprofen, ketoprofen dan naproxen. Berolah raga, kompres dengan botol air panas, dan mandi air hangat juga dapat mengurangi rasa sakit. Bila nyeri menstruasi tidak hilang dengan obat pereda nyeri, maka kemungkinan merupakan dismenore sekunder yang disebabkan penyakit tertentu.
Demikianlah macam-macam gangguan menstruasi berdasarkan klasifikasinya. Ada yang berbahaya, namun ada juga yang tidak berbahaya. Sebaiknya jika perempuan mengalami siklus haid yang tidak sesuai dengan kriteria normal, segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Be Smart Be Healthy with KISARA Youth Clinic ^^